Mekanisme Kliring, Transfer, dan Portofolio Keuangan

1. Mekanisme Kliring

Jasa Bank :

–        Kliring

–        Transfer

–        Inkaso

–        L / C

–        Bank Garansi

–        Sefe Deposit Box

–        Dll


Siti Bank memiliki giro bernama Ali. Suatu saat Ali mengirim cek kepada Atun sebesar 50jt, kemudian Atun ingin mencairkan ceknya melalui Karman Bank tetapi tidak bisa langsung mencairkan ceknya. Untuk mencairkan cek, harus melalui perantara ke BI. BI akan menjadi perantara dengan syarat Siti dan Karman mempunyai simpanan di BI. Itu disebut rekening koran pada BI (R/K pada BI), dan jumlahnya minimal 8% dari deposit.

Akhirnya setelah Atun dapat mencairkan cek melalui BI, nama suratnya adalah Nota debet keluar. Dana Karman pada BI bertambah dan dana Siti pada BI berkurang sebesar 50jt. Prosesnya, uang di Giro Ali dikirim ke BI, dari BI uang Siti dikirim ke Karman dari simpanan BI, lalu dikirim ke Atun.

Nota debet terjadi jika Karman menerima cek dari bank lain dan harus menagih ke bank lain.

Catatan pembukuannya :

Advertisements

World Financial Flows

Perekonomian di Indonesia

Kepemilikan uang tidak memandang status sosial. Kepemilikan uang untuk masyarakat tidak mempengaruhi status social dan level. Kebutuhan terhadap uang masyarakat dapat merasa surplus dan minus (kaya atau miskin).

Bagan World Financial Flows

i2 > i1 ,  i2 – i1 = R (Interest Spread)

Keterangan :

A : surplus, B : minus, Bank : Bank Siti

Dalam perekonomian barter, jika B membutuhkan uang, maka akan meminjam kepada A. pada perekonomian ini juga terjadi tukar menukar bahan makanan. Contohnya sayur di tukar dengan beras. Untuk terciptanya pinjam meminjam harus ada dua hal (double considence) :

  • Kenal (trust)
  • Kebutuhan / Ketersediaan

Pada zaman modern ini menggunakan sarana bank. Masyarakat surplus menyimpan uangnya di bank dan masyarakat minus meminjam uang di bank. Cara masyarakat menyimpan uang di bank yaitu dengan deposit. Macam-macam deposit :

  • Saving Deposit (tabungan)
  • Demand Deposit (giro)
  • Time Deposit (deposito)

Continue Reading…

Perkembangan Perbankan Tahun 1990-2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perkembangan Perbankan Tahun 1990-2010”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Komputer Lembaga Keuangan dan Perbankan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

 

Bekasi, 1 Maret 2012

Penulis

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Sejarah Perbankan

Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang. Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika dibawa oleh bangsa Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun benua Amerika. Bila ditelusuri, sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang. Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang. Dalam perjalanan sejarah kerajaan tempo dulu mungkin penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer).

Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan simpanan. Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang. Uangyang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada masyarakatyang membutuhkannya. Jasa‐jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

B. Sejarah Perbankan di Indonesia

Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada masa itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank‐bank yang ada itu antara lain:

  1. De Javasce NV
  2. De Post Poar Bank
  3. De Algemenevolks Crediet Bank
  4. Nederland Handles Maatscappi (NHM)
  5. Nationale Handles Bank (NHB)
  6. De Escompto Bank NV

Di samping itu, terdapat pula bank‐bank milik orang Indonesia dan orangorang asing seperti dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Bank‐bank tersebut antara lain:

  1. Bank Nasional Indonesia
  2. Bank Abuan Saudagar
  3. NV Bank Boemi
  4. The Chartered Bank of India
  5. The Yokohama Species Bank
  6. The Matsui Bank
  7. The Bank of China
  8. Batavia Bank

Di zaman kemerdekaan, perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank‐bank yang ada di zaman awal kemerdekaan antara lain:

  1. Bank Negara Indonesia, yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 yang sekarang dikenal dengan BNI ʹ46.
  2. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dar De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko.
  3. Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) tahun 1945 di Solo.
  4. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.
  5. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.
  6. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.
  7. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.
  8. Bank Dagang Indonesia NV di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Pasifik.
  9. Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. Kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949.

Di Indonesia, praktek perbankan sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syariʹah, dan juga BPR Syariʹah (BPRS). Masing‐masing bentuk lembaga bank tersebut berbeda karakteristik dan fungsinya.
Continue Reading…