Passive Voice

Nama   : Khusniana Pratiwi

NPM   : 11209142

Kelas   : 4EA14

PASSIVE VOICE

Passive voice is a very common phrase used in everyday conversation. In Indonesian, is known sentence with a verb in the beginning like being scolded, beaten, reply, and others used. The composition according to tenses passive sentences, and is formed by using the To Be (am, is, are, was, were, been, being) and coupled with the verb to form III (Past Participle). Notice the Active and Passive sentences following:

Active : The teacher punished him for coming late.

              Guru menghukumnya karena terlambat.

Passive : He was punished by the teacher for coming late.

               Ia dihukum oleh guru karena terlambat.

The following are examples of passive voice sentences in some tenses :

A.   Simple Past Tense

 Subject + was/were + Past Participle

Example

a. English is spoken (by people) all over the world.

Bahasa inggris dibicarakan diseluruh dunia.

b. I am taught English by Mr. Robert.

Saya diajar bahasa inggris oleh Pak Robert

Note : object if the culprit is not necessarily as: by people,by her, by him, by them etc, may be omitted.

Negative :

a. I wasn’t informed about it

Saya tidak diberitahukan tentang hal itu.

b. They were not invited for the meeting.

Mereka tidak diundang untuk pertemuan itu.

Question :

a. Were you invited to attend the meeting ?

Apakah anda diundang untuk menghadiri pertemuan itu ?

b. Yes, I was invited.

Ya, saya diundang.

c. Was he informed about it ?

 Apakah ia diberitahukan tentang hal itu ?

d. No, he was not informed.

Tidak, ia tidak diberitahukan.

B. Simple Present Tense

Subject + am/is/are + Past Participle

Example

a. English is spoken (by people) all over the world.

Bahasa inggris dibicarakan diseluruh dunia.

b. I am taught English by Mr. Robert.

Saya diajar bahasa inggris oleh Pak Robert

Note : object if the culprit is not necessarily as: by people,by her, by him, by them etc, may be omitted.

Negative :

a. French is not spoken all over the world.

Bahasa Perancis tidak dibicarakan di seluruh dunia

b. I am not taught grammar by my teacher.

Saya tidak diajar tata bahasa oleh guru saya.

Question :

a. Is this book written by Mr. Hilman ?

Apakah buku ini ditulis oleh Tuan Hilman ?

b. Yes, it is written by Mr.Hilman.

Ya, buku itu ditulis oleh Tuan Hilman.

c. Are you taught by the teacher about Passive Voice ?

Apakah anda diajar oleh guru tentang kalimat pasif ?

d. No, I am not taught about Passive Voice.

Tidak, saya tidak diajar tentang kalimat pasif.

C.    Present Perfect Tense

Subject + have/has been + Past Participle

Example

a. The robbers have been caught by the police.

Perampok-perampok itu telah ditangkap polisi.

b. The report has been finished by the secretary.

Laporan itu telah diselesaikan oleh sekretaris.

Negative :

a. It hasn’t been known yet, who will attend the meeting.

Belum diketahui siapa yang akan menghadiri pertemuan.

b. The case hasn’t been reported to the police.

Perkara itu belum dilaporkan kepada polisi.

Question :

a. Has the letter been sent ?

Sudahkah surat itu dikirim ?

b. Yes, it has been sent.

Ya, surat itu sudah dikirim.

c. Have the victims been taken to the hospital.

Sudahkah para korban dibawa ke rumah sakit ?

d. No, not yet, they haven’t been taken to the hospital.

Belum, mereka belum dibawa ke rumah sakit.

D.    Present Continuous Tense

Subject + am/is/are + being + Past Participle

Example

a. The letter is being typed by the secretary.

Surat itu sedang diketik oleh sekretaris

b. My watch is being repaired.

Jam tangan saya sedang diperbaiki.

Negative :

a. It is not being done.

Hal itu sedang tidak dikerjakan.

b. The house is not being palated.

Rumah itu sedang tidak dicat.

Question :

a. Is the matter being discussed at the meeting ?

Apakah hal itu sedang dibahas dalam pertemuan ?

b. Yes, it is being discussed.

Ya, hal itu sedang dibahas.

c. Is you new house being built ?

Apakah rumahmu yang baru sedang dibangun ?

d. No, it is not being built.

Tidak, tidak sedang dibangun.

E.     Simple Future Tense

Subject + shall/will be + Past Participle

Example

a. The contract will be signed next week.

Kontrak itu akan ditanda-tangani minggu depan.

b. His house will be sold.

Rumahnya akan dijual.

Negative :

a. This letter will not be sent tomorrow.

Surat ini tidak akan dikirim besok.

b. This book will not be published.

Buku ini tidak akan diterbitkan.

Question :

a. Will this house be painted blue ?

Apakah rumah ini akan dicat warna biru ?

b. Yes, it will be painted blue.

Ya, rumah ini akan dicat biru.

d. Will this house be sold ?

Apakah rumahnya akan dijual ?

e. No, it won’t be sold.

Tidak, rumahnya tidak akan dijual.

F.     Passive Voice With Auxiliaries

Subject + Auxiliaries + be + Past Participle

Example

a. That work must be finished today.

Pekerjaan ini harus diselesaikan hari ini.

b. This letter may be sent now.

Surat ini boleh dikirim sekarang.

c. This book can be bought at every book-store.

Buku ini dapat dibeli di setiap toko buku.

d. This plant should be watered once a week.

Tanaman ini harus diairi sekali seminggu.

Passive Voice With Words Question

a. By whom has the money been stolen ? (Perfect)

Oleh siapa uang itu dicuri ?

b. It has been stolen by one of the servants.

Uang itu dicuri oleh salah seorang pembantu.

a. When was this house built ? (Past)

Kapan rumah ini dibangun ?

b. This house was built in 1995.

Rumah ini dibangun tahun 1995.

a. Where will the meeting be held ? (Future)

Di mana pertemuan itu akan diadakan ?

b. It will be held in room 10.

Pertemuan itu akan diadakan di kamar 10.

a. What is being built near your house ? (Continuous)

Apa yang sedang dibangun dekat rumahmu ?

b. A hotel is being built near my house.

Sebuah hotel sedang dibangun dekat rumah saya.

Source :

Lado, M. J, “Practical Complete English Grammar”, Titik terang, Jakarta, 2008

Advertisements

Etika Bisnis Dalam Pasar Global

Dalam pasar global, banyak sekali yang harus diperhatikan sebelum memasarkan produk. Sebelum produk dibuat dan dipasarkan, para produsen harus terlebih dahulu melakukan riset dan menyesuaikan keaadaan pada setiap Negara yang akan dijadikan pangsa pasar. Dalam hal ini, faktor utama adalah budaya dan media dalam pemasaran global. Setiap Negara memiliki budaya, peraturan yang berbeda-beda, yang menimbulkan dampak pada kemampuan pemasar global dalam peluang pasar pada sebuah Negara.

Etika bisnis dalam pasar global antara lain :

  • Sesuaikan produk yang produsen buat dengan budaya dan peraturan masing-masing Negara
  • Pahami budaya atau kebiasaan dari masyarakat diberbagai Negara

Continue reading

Vani oh Vani

Vani terus menerus membolak-balikan badan. Sudah hampir jam tiga pagi tapi ia belum bisa tidur. Padahal besok pagi ada ujian praktikum.

“Kamu dari tadi belum tidur?” tanya kak Vina terbangun.

“Gak bisa tidur Kak, akibat belajar terlalu malam..” jawab Vani dengan manja.

“Cepat tidur, jangan sampai besok kesiangan” Kak Vina kembali tidur.

Pagi ini ternyata Vani kesiangan. Ia tidak sempat sarapan. Saking terburu-burunya ia sampai lupa membawa map praktikum. Pakaiannya pun berantakan. Ia jalan dengan cepat menuju halte untuk naik angkutan umum.

“Van… Vani… Vani…..!!!” teriak Kak Wira memanggil Vani, tapi ia tidak mendengarnya.

“Eh, Kak Wira. Maaf ya, aku gak dengar. Lagi buru-buru takut telat. Hehe…” pekik Vani dengan wajah polosnya.

“Aku panggil berkali-kali tau! Pasti kesiangan ya?? Kamu kok gak bareng Vina?” tanya Kak Wira.

“Iya Kak. Kan Kak Vina tiap pagi antar jemput sama Kak Ical. Jadi aku berangkat sendirian” jawab Vani dengan muka memelas.

“Ya sudah, bareng aku aja. Cepat naik, nanti telat lho” ujar Kak Wira.

Tanpa pikir panjang Vani langsung naik ke motor Kak Wira.

Continue Reading…

Pernalaran Induktif

Pernalaran adalah suatu proses mencapai tujuan dan berpikir manusia dalam menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga menjadi suatu simpulan. Data yang dapat dipergunakan untuk pernalaran adalah sebuah kalimat pernyataan. Kalimat pernyataan atau logika yang terdiri dari subjek dan predikat, serta bisa benar atau salah disebut proposisi.

Pernalaran Induktif

Pernalaran induktif adalah pernalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan khusus yang menghasilkan simpulan umum. Dengan kata lain, simpulan yang diperoleh tidak lebih khusus dari pernyataan (premis). Di bawah ini ada bentuk-bentuk pernalaran induktif.

  • Generalisasi

Generalisasi adalah pernalaran yang memakai beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu atau khusus untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum. Dari beberapa data, kita ragu-ragu mengatakan bahwa “pegawai PT.XYZ kaya-kaya”. Hal ini dapat kita simpulkan setelah beberapa data sebagai pernyataan memberikan gambaran seperti itu. Contoh :

Jika diberi gula, jus akan manis.

Jika diberi gula, kopi akan manis.

Jika diberi gula, teh akan manis.

Jadi, jika diberi gula, minuman akan manis.
Continue Reading…